BATA MERAH TERUS DIBUTUHKAN

17 Januari 2010

MADIUN-Batu bata atau batu merah di daerah kicang wetan kecamatan jiwan menjadi salah satu sumber mata pencarian warga setempat karena harganya sangat baik dipasaran”Jika musim penghujan harganya bisa mencapai 300 ribu per seribunya”kata salah sati warga yang tak mau du sebytkan namanya,sedangkan gendala di saaat musim penghujan sulit sekali untuk mencari bahan bakarnya yaitu berambu”lanjutnya.batu merah sangatlah di butuhkan dan tidak akan pernah berhenti selama pembangunan terus berjalan.(wp)

Iklan

PEMUNGUT BUNGA MAKAM

17 Januari 2010

MADIUN- Ternyata di sebuah tydak hanya intuk memakamkan jenasah tapi juga untuk mencari bunga dan semua itu bisa menghasilkan uang,salah satunya warga gulun madiun yang sudah 10 tahun bekerja sebagai pemungut bunga yang nantinya bunga tersebut akan di setorkan kepada pengepil dan satu kilonya di hargai 12 ribu oleh pengeul di kirim ke kediri dan jombang bunga kamboja putih biasanya untuk bahan pembuatan muyak wangi.”selalma 43 minggu aku biasanya bisa mengumpulkan setengah kwintal”kata warinem.ternyata yang mencari bunga di area makam tidak orang satu ternyata banyak tapi semua pekerja haruslah orang waarga sekitar area makam orang lain tidak boleh masuk”lanjutnya.(wp)


KESADARAN UNTUK MEMBACA MASIH KURANG

15 Januari 2010

MADIUN-Adanya perpustaakaan Umum yang di sediakan oleh pemerintah Daerah Madiun tidak di manfaatkan oleh para pelajar secara maksimal,kebanyakan para pelajar senang berada di warnet,sedang yang sering berada di perpustakan terlihat yang datang hanyalah orang yang sudah bekerja atau orang yang iseng yang pada dasarnya senang membaca.sungguh di sayangkan kurangnya minat baca para pelajar yang ada di madiun.tiap hari perpustakaan umum yang ada di belakang stadion wilis madiun sangat sepi,padahal pihak emerintah selalu menjlankan programnya dengan baik sampai perpustakaan keliling selalu di jalankan,kesadaran untuk membaca untuk menambah ilmu pengetahuan sangat tipis sekali.(wp)


PEMBUATAN KTP DI PERSULIT

4 Januari 2010

MADIUN-Untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) ternyata pegawai Kantor Kecamatan Jiwan yang berada di Jalan Raya Solo di duga masih mempersulit warganya seperti yang di alami salah satu warga Desa Kincang Kec Jiwan Kab Madiun Yudi mengatakan “Saya sudah mengurus untuk membuat KTP sudah 3 hari ini,tapi belum juga selesai alasanya komputernya rusak dan pelayananya sangat mengecewakan”terangnya Senen (04/10) Saat di konfirmasi di halaman Kantor Kec Jiwan Madiun Jalan Raya Solo.
Di sisi lain pegawai Kecamatan yang tak mau di sebutkan namanya mengatakan”memang saat ini banyak warga yang mengeluhkan tentang lambatnya pembuatan KTP di karenakan masalah komputer,dan saat ini dalam masih proses pembenahan untuk selesainya kapan kami belum bisa menentukan,”Pungkasnya (wp)


PKB INGIN GUS DUR DI JADIKAN PAHLAWAN

4 Januari 2010

JAKARTA-Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Senin, resmi mengajukan surat ke pimpinan DPR mengenai usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid yang biasa disapa Gus Dur.

Usul PKB itu disampaikan Fraksi PKB DPR RI di Jakarta, Senin, lewat surat yang ditandatangani Ketua FPKB DPR Marwan Ja`far dan Sekretaris Fraksi PKB Muh Hanif Dhakiri.

Surat berisi usul gelar pahlawan bagi Gus Dur juga disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mensesneg Sudi Silalahi dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri.

Menurut Marwan Ja`far, sejak Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009, fraksinya menerima banyak usul dan aspirasi dari banyak lapisan masyarakat yang menginginkan Gus Dur diberi gelar pahlawan nasional.

Masyarakat meminta Fraksi PKB menjadi lembaga yang mengusulkan secara resmi kepada pemerintah agar pemerintah memberi gelar tersebut.

Fraksi PKB menilai Gus Dur telah memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional, yaitu pasal 25 dan pasal 26 UU No.20/2009 tentang Gelar, Tanda jasa dan Tanda Kehormatan.

Setelah mempelajari persyaratan yang dimiliki almarhum Gus Dur, Fraksi PKB secara resmi mengajukan kepada pimpinan DPR agar DPR mengusulkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional.

Selanjutnya, Fraksi PKB berharap usul ini secara resmi menjadi usul DPR kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Kami menyampaikan usulan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan penghormatan kepada KH Abdurrahman Wahid sekaligus memenuhi tugas untuk mengemban aspirasi rakyat,” kata Marwan


INDONESIA BERDUKA

31 Desember 2009


Sejumlah warga Tionghoa Jawa Timur, Kamis, juga terlihat menjemput kedatangan jenazah almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Bandara Internasional Juanda (Lanudal), Surabaya.

“Saya dan beberapa teman ikut menjemput jenazah beliau, karena Gus Dur bukan hanya milik orang NU, beliau juga milik orang Tionghoa,” kata aktivis Tionghoa, Hendy Prayogo.

Menurut Sekretaris Persatuan Masyarakat Tionghoa Indonesia (PsMTI) Jatim itu, sejumlah aktivis Tionghoa juga berencana mengantarkan jenazah Gus Dur ke Jombang untuk dimakamkan. “Kami juga akan ke Jombang, karena kami merasa kehilangan sekali. Bagaimana pun, Gus Dur itu orang yang berjasa untuk kami, beliau juga berjuang untuk kami,” tuturnya lirih.

Aktivis Lembaga Bantuan Pewarganegaraan (LBP) Jatim itu mengaku, dirinya memiliki kenangan tersendiri dengan Gus Dur, terutama saat bersama-sama mendirikan LSM antidiskriminasi di Surabaya. “Saat kami undang, beliau datang dan kelihatannya tidur, tapi ketika menjawab pertanyaan kok jawabannya pas. Kami tersenyum semua melihat tingkah beliau, tapi beliau memang luar biasa,” ucapnya sambil tersenyum.

Ditanya ‘warisan’ Gus Dur, ia menilai pelajaran berharga dari Gus Dur adalah perbedaan itu dapat dikelola menjadi kekuatan melalui penerimaan terhadap perbedaan itu sendiri. “Beliau itu berbeda dengan Orde Baru. Kalau Orde Baru itu menilai kesamaan atau penyeragaman itu kekuatan, tapi Gus Dur sebaliknya bahwa perbedaan itu merupakan kekuatan. Itu yang harus diteruskan oleh Gus Dur-Gus Dur baru,” katanya menegaskan.

Sementara itu, warga kota Surabaya tampak mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung atas wafatnya Gus Dur, seperti terlihat di Wonokromo, Ketintang, Margorejo, Bendulmerisi, Wonocolo, dan Jemurwonosari. Bahkan, sebagian warga Surabaya pun tampak bersiap ke Jombang.

“Lumayan, bendera merah putih yang kami jual laku keras mulai Rabu (30/12) malam. Sewaktu Pak Harto meninggal dunia saja tidak seperti ini, bahkan bendera kami lebih laku di masa meninggalnya Ibu Tien Soeharto dibandingkan dengan Pak Harto sendiri,” kata pedagang bendera di Wonokromo, Abdul Chamid Sahli.

sumber:media indonesia


TEROMPET TAHUN BARU

29 Desember 2009

MADIUN- Terompet untuk menyambut tahun baru sudah ada di pinggir pingir jalan dan di sekitar alun-alun kota madiun,banyaknya yang berjualan membuat anak-anak dan orang remaja rela merogoh kocek unyuk meniup terompet,harga yang tidak begitu mahal membuat hati menjadi senag,walaupuntahun baru belum tiba tapi suasana tahun baru sudah mulai terasa kususnya di kota madiun. ini adalah salah satu terompet yang ada di depan kantor kabupaten madiun.